Anda pernah tidak, berada di jalan raya dan merasa diri Anda dijejali dengan begitu banyak polusi iklan?
Kalau saya, iya, sudah lama saya merasakannya..
Begitu banyak iklan yang terpampang di jalan-jalan yang saya lalui setiap hari. Baik yang berupa baliho, spanduk, atau sekadar leaflet tertempel di pohon. Lalu ditambah iklan-iklan yang dicat di bus, andong, becak, dan akhir-akhir ini tembok rumah.
Sejujurnya saya salut dengan kreativitas para pemasang iklan dalam menemukan “celah” untuk menempelkan iklannya. Tapi yang membuat saya agak jengkel adalah, iklan-iklan tersebut telah menyesaki saya dengan terlalu banyak informasi berkata kunci: Beli!
Iya, saya tahu, saya bisa mengatasinya dengan mengabaikan atau menutup mata saya. Tapi saya tidak sepenuhnya bisa melakukan dua hal itu karena beberapa alasan: