Daily Archives: November 26th, 2008

Dalam diskusi fotografi bersama Seno Gumira Ajidharma semalam, saya memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru yang sedikit banyak menambah wawasan saya atas fotografi. Diskusi bertajuk ” 9 Wali dan Siti Jenar” tersebut mengambil tempat di Sangkring Art Space, Nitiprayan, Kasihan, Bantul.

Salah satu lontaran yang menarik minat saya adalah ketika Seno menyebutkan istilah fotografi untuk fotografi. Semangat besar Seno dalam diskusi sekaligus pameran tersebut memang untuk “mengurangi” beban seni yang harus ditanggung oleh sebuah foto. Selain itu, Seno juga mencoba menggiring ke arah pemikiran untuk tidak asal ngomong. Misal dalam kasus Wali Songo dan Siti Jenar, Seno menunjukkan kegerahannya atas orang-orang yang berkomentar tanpa mengetahui konteks dan sejarah. Bagi Seno, dalam kasus-kasus seperti itu, minimal kita harus membaca dulu, baru berkomentar.

Respon-respon yang kemudian berdatangan dari para peserta diskusi beraneka ragam. Ada yang membahas kesahihan foto sebagai dokumentasi, ada juga yang menyebutkan bahwa foto-foto Seno yang dipamerkan jutsru terlalu nyeni bahkan tidak bisa berdiri sendiri sebagai sebuah foto (lebih bisa dinikmati dengan teks). Kebetulan foto-foto tersebut adalah foto-foto yang pernah dimuat di Intisari.

Read More »