<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kata Orang, Sinetron itu Soal Selera</title>
	<atom:link href="http://akuhayu.wordpress.com/2008/12/05/kata-orang-sinetron-itu-soal-selera/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akuhayu.wordpress.com/2008/12/05/kata-orang-sinetron-itu-soal-selera/</link>
	<description>Knowledge is in the air..</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 08:42:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: tya</title>
		<link>http://akuhayu.wordpress.com/2008/12/05/kata-orang-sinetron-itu-soal-selera/#comment-272</link>
		<dc:creator>tya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 08:41:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akuhayu.wordpress.com/?p=314#comment-272</guid>
		<description>menurut Filsafat: de gustibus non disputandum, selera tidak dapat diperdebatkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut Filsafat: de gustibus non disputandum, selera tidak dapat diperdebatkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darisjati</title>
		<link>http://akuhayu.wordpress.com/2008/12/05/kata-orang-sinetron-itu-soal-selera/#comment-237</link>
		<dc:creator>Darisjati</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 01:59:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akuhayu.wordpress.com/?p=314#comment-237</guid>
		<description>Asal kita tongkrongin tiap hari, sinetron se-wagu apapun pasti bikin kita ketagihan. Kekuatannya ada pada alur ceritanya, bikin kita pingin tahu endingnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asal kita tongkrongin tiap hari, sinetron se-wagu apapun pasti bikin kita ketagihan. Kekuatannya ada pada alur ceritanya, bikin kita pingin tahu endingnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zulfi</title>
		<link>http://akuhayu.wordpress.com/2008/12/05/kata-orang-sinetron-itu-soal-selera/#comment-229</link>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 22:23:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akuhayu.wordpress.com/?p=314#comment-229</guid>
		<description>Tapi, menurut saya benar mbak ada gabungan antara pendidikan dan lingkungan yang amat mempengaruhi preferensi menonton sinetron. Anak2 komunikasi yang lebih terdidik tentang media misalnya. Tentu udah paham bagaimana busuknya sinetron2 di Indosiar (termasuk juga di stasiun tv lain sih). Selain itu, lingkungan yang mendukung untuk tidak menonton acara2 ga penting seperti itu, mengukuhkan posisi ke-tidak penting-an sinetron model itu di mata anak2 komunikasi.

Kira2 kalo anak komunikasi sukanya nonton apa ya??
Kalo saya sih, siaran langsung sepakbola...  hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi, menurut saya benar mbak ada gabungan antara pendidikan dan lingkungan yang amat mempengaruhi preferensi menonton sinetron. Anak2 komunikasi yang lebih terdidik tentang media misalnya. Tentu udah paham bagaimana busuknya sinetron2 di Indosiar (termasuk juga di stasiun tv lain sih). Selain itu, lingkungan yang mendukung untuk tidak menonton acara2 ga penting seperti itu, mengukuhkan posisi ke-tidak penting-an sinetron model itu di mata anak2 komunikasi.</p>
<p>Kira2 kalo anak komunikasi sukanya nonton apa ya??<br />
Kalo saya sih, siaran langsung sepakbola&#8230;  hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: akuhayu</title>
		<link>http://akuhayu.wordpress.com/2008/12/05/kata-orang-sinetron-itu-soal-selera/#comment-224</link>
		<dc:creator>akuhayu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 02:43:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akuhayu.wordpress.com/?p=314#comment-224</guid>
		<description>iya mbak, pendidikan emang ngaruh, tapi lebih ngaruh lagi lingkungan preferensi utama mereka.
maksudku, sekalipun terdidik, tapi lingkungan terdekatnya (misal: keluarga) tidak memberikan ruang yang kondusif untuk jadi &quot;melek&quot; media, yang terdidik itu bisa jadi tetap mengonsumsi
trus alasan &quot;escaping&quot; itu emang paling sering ditemukan
soal Oprah, iya-ya, Dorce show juga gagal dalam &quot;mengadaptasi&quot; itu
ya, ya, sepertinya ini PR bagi anak komunikasi
^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya mbak, pendidikan emang ngaruh, tapi lebih ngaruh lagi lingkungan preferensi utama mereka.<br />
maksudku, sekalipun terdidik, tapi lingkungan terdekatnya (misal: keluarga) tidak memberikan ruang yang kondusif untuk jadi &#8220;melek&#8221; media, yang terdidik itu bisa jadi tetap mengonsumsi<br />
trus alasan &#8220;escaping&#8221; itu emang paling sering ditemukan<br />
soal Oprah, iya-ya, Dorce show juga gagal dalam &#8220;mengadaptasi&#8221; itu<br />
ya, ya, sepertinya ini PR bagi anak komunikasi<br />
^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sanggita</title>
		<link>http://akuhayu.wordpress.com/2008/12/05/kata-orang-sinetron-itu-soal-selera/#comment-223</link>
		<dc:creator>sanggita</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 19:11:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akuhayu.wordpress.com/?p=314#comment-223</guid>
		<description>Selain selera dan kebiasaan karena tidak ada pilihan lain, kalo mengamati lingkunganku (terutama membandingkan keluarga Sukabumi dan keluargaku di Solo), sistem nilai dan tingkat pendidikan juga mempengaruhi ya. 

Nonton sinetron juga upaya mereka untuk sejenak melarikan diri dari permasalahan pribadi dengan menyaksikan drama kehidupan orang lain yang dikemas oleh kerajaan Punjabi itu. 

Sayang, belum ada tayangan sekelas Oprah yang membidik ibu-ibu rumah tangga tanpa meninggalkan sisi edukasi, bahasa ringan, dan tetap menginspirasi untuk melakukan perubahan ke arah perbaikan. Yang ada malah Bukan Empat Mata yang nge-boom. Respon pemirsa yang tinggi untuk Keluarga Cemara dan Keluarga Senyum kok tidak membuat PH membuat sinetron yang mendidik ya?

Hayo, iki PR untuk anak komunikasi lho.

*yang-masih-saja-heran-dengan-gebrakan2-jenius-keluargaPunjabi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selain selera dan kebiasaan karena tidak ada pilihan lain, kalo mengamati lingkunganku (terutama membandingkan keluarga Sukabumi dan keluargaku di Solo), sistem nilai dan tingkat pendidikan juga mempengaruhi ya. </p>
<p>Nonton sinetron juga upaya mereka untuk sejenak melarikan diri dari permasalahan pribadi dengan menyaksikan drama kehidupan orang lain yang dikemas oleh kerajaan Punjabi itu. </p>
<p>Sayang, belum ada tayangan sekelas Oprah yang membidik ibu-ibu rumah tangga tanpa meninggalkan sisi edukasi, bahasa ringan, dan tetap menginspirasi untuk melakukan perubahan ke arah perbaikan. Yang ada malah Bukan Empat Mata yang nge-boom. Respon pemirsa yang tinggi untuk Keluarga Cemara dan Keluarga Senyum kok tidak membuat PH membuat sinetron yang mendidik ya?</p>
<p>Hayo, iki PR untuk anak komunikasi lho.</p>
<p>*yang-masih-saja-heran-dengan-gebrakan2-jenius-keluargaPunjabi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
