Kecenderungan untuk memadukan atau mencampurkan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Asing dalam lagu Indonesia, ternyata telah ada sejak jaman dahulu kala. Pagi ini, tanpa sengaja saya mendengarkan sebuah lagu yang diputar di stasiun televisi. Judulnya “Kopral Jono”, lagu khas perjuangan yang kerap saya dengar ketika tiba saat perayaan kemerdekaan di kampung saya dulu.
Baru pagi ini saya benar-benar mencermati lirik lagu tersebut, dan jidat saya langsung mengernyit ketika di bagian reff, saya mendengar lirik yang kurang lebih seperti ini: “ Wajahnya memang very good, seperti mas Robin Hood”. Aih, ternyata campur-campur dalam lirik lagu sudah dikenal dari dulu.
Barangkali itu menjelaskan mengapa lagu-lagu sekarang juga kerap mencampuradukkan bahasa. Dimulai dari Kuldesak ciptaan seniman (maaf) angkuh Ahmad Dhani, kemudian disusul dengan lagu-lagu yang lain dan terus saja menjamur hingga saat ini. Simak saja lirik lagu “Oh Baby” nya cinta Laura: “Katakan-katakan kau sungguh-sungguh, Hanya ada aku di dalam hatimu, Katakan-katakan kau cinta aku, Untuk selamanya kau jadi milikku, I don’t wanna loose you, yes I wanna hold you..”, atau “Klik”-nya Ussy : “Apa kau menantangku, Untuk menjadikanmu, Cita-cita hatiku, I will do it, I will do it..”. Pada lirik-lirik tersebut, jelas terlihat kombinasi antara kata-kata dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.