Category Archives: Karya Fiksi Kreatif

Sisa gerimis masih menempel di jendela ketika aku duduk dan memutar-mutar jariku di ujung gelas. Aku dan teh manis. Dua kombinasi yang selalu ada di setiap pagi. Dengan atau tanpa kamu. Samar-samar aku ingat kamu pernah bilang:

“Sayang, teh itu bagus buat kesehatan, tapi jangan terlalu banyak. Imbangi dengan air putih”.

Kamu, kombinasi lain yang kini buram dari penglihatanku.

Kuseruput tehku yang mulai dingin. Malas sekali beraktivitas di pagi seusai gerimis seperti ini. Rasanya ingin menggelung diri di kasur. Membenamkan kepala di dalam bantal, yang dulu pernah kau tiduri juga. Aku tersedak. Kenangan atas saat-saat itu kembali menggelegak.

“Kau tak boleh egois. Aku sedang banyak urusan. Di kantor banyak masalah. Di rumah juga banyak masalah. Tolong jangan bebani aku”. Begitu kau sempat berujar.

Suara ribut dari apartemen sebelah membuatku tersadar. Mereka memang selalu saja bertengkar. Kepalaku sedikit pening. Mungkin karena kenanganmu, mungkin karena aku tak berhenti membuat lingkaran pada gelas di depanku. Aku seperti mendengar kau berkata:

“Kau ini seperti anak kecil saja, tak henti memutar-mutar jarimu di ujung gelas”.

“Biarin!!”, aku mendengar diriku sendiri bicara.

“Apa pedulimu?”, tantangku.

Kamu melengos, lalu beranjak pergi. Secepat bayangan yang berlari.

Read More »