Pedasnya Sepiring Oseng-Oseng Mercon

Makanan apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata Jogja? Gudeg tentu saja. Kemudian Bakpia, Geplak, atau mungkin makanan-makanan di lesehan Malioboro. Jika itu jawaban Anda, Anda benar. Tapi jika Anda menyangka bahwa hanya itu jenis makanan yang ada di Jogja, Anda salah besar.

Jogja memang kerap diidentikkan dengan masakan manis. Bahkan, beberapa masakan luar yang ada disini kerap disesuaikan dengan cita rasa khas Jogja yaitu manis. Namun, dibalik dominasi makanan manis tersebut, Anda bisa menemukan satu makanan khas Jogja yang uniknya justru tidak manis sama sekali. Makanan khas tersebut adalah oseng-oseng mercon. Sejenis tumisan yang memadukan tetelan (potongan kecil daging sapi) dan koyoran (lemak daging sapi) dengan potongan cabai rawit dan bumbu-bumbu lainnya. Rasa yang luar biasa pedas akan Anda temui jika menyantap masakan yang satu ini.

Akhir-akhir ini, warung yang menjual oseng-oseng mercon memang semakin mudah ditemui di jogja. Namun, oseng-oseng mercon yang pertama dan paling terkenal di Jogja adalah oseng-oseng mercon Bu Narti. Terletak di Jl. KH Ahmad Dahlan Yogyakarta, Lesehan Oseng-Oseng Mercon, begitu warung ini biasa disebut, mencoba memberi warna baru bagi dunia kuliner di Jogja.

Uniknya, nama oseng-oseng mercon justru berasal dari pembeli. Menurut penuturan bu Narti (pemilik lesehan), waktu itu keluarganya kebingungan karena menerima terlalu banyak daging kurban. Muncullah ide untuk memasak daging korban tersebut dengan potongan cabai. Orang tua bu Narti, yang waktu itu memiliki warung makan kemudian menjual menu “coba-coba” tersebut. Tak disangka, pembeli justru menyukai menu yang satu ini. Karena rasa pedasnya, pembeli kemudian menamainya oseng-oseng mercon bahkan ada pula yang menyebutnya oseng-oseng bledek (halilintar). Mercon, yang dalam bahasa Indonesia berarti petasan memang sesuai untuk menyebut makanan ini karena rasa pedasnya panas dan membakar, tak ubahnya sebuah petasan.

Selain oseng-oseng mercon, warung ini juga menawarkan menu-menu yang lain seperti iso-babat goreng, ayam goreng, lele bakar dll. Lesehan dengan kain penutup berwarna hijau ini memang hanya berupa lesehan sederhana. Bahkan mungkin lebih wah lesehan-lesehan di Malioboro. Tapi soal menu, jangan berpikir dua kali untuk menikamtinya.

Resep yang digunakan Bu Narti sebenarnya tak ada yang istimewa. Hanya saja, lesehan ini tidak menggunakan kompor melainkan anglo, sehingga dagingnya menjadi lebih empuk dan kenyal. Bu Narti juga tak pernah menggunakan kecap. Dia hanya menggunakan gula merah untuk membumbui oseng-osengnya. Mungkin itu yang membuat oseng-oseng merconnya berbeda dengan oseng-oseng mercon yang lain.

Makanan yang satu ini tak hanya unik karena mencoba mendobrak mitos lama bahwa Jogja hanya mengenal makanan manis tetapi juga karena dia mampu membakar nafsu makan Anda. Dengan hanya Rp. 9000 per porsinya, Anda sudah bisa menikmati sedikit “pedas”nya Jogja.

Untuk Anda yang tidak terlalu menyukai masakan peadas atau takut magh Anda kambuh jika mencoba makanan ini, ada beberapa trik yang bisa Anda gunakan. Biasanya, seporsi oseng-oseng mercon disajikan dengan nasi pulen (lembut) hangat dalam piring terpisah. Lengkap dengan lalapan di piring yang lain. Anda bisa memakannya dengan menuangkan oseng-oseng mercon langsung ke dalam piring nasi Anda, tapi itu akan membuat oseng-oseng mercon tersebut terasa sangat pedas di lidah. Atau, Anda bisa menyiasatinya dengan mengambil sedikit demi sedikit oseng-oseng mercon, kemudian memakannya dengan nasi sesendok demi sesendok. Sehingga kuahnya tidak terlalu bercampur dan dapat mengurangi ras apedas. Asal jangan terlalu lama saja, karena oseng-oseng mercon tersebut banyak mengandung lemak sehingga akan menjadi kental dan tidak enak dilihat jika tidak cepat-cepat dimakan.

Lain kali jika Anda pergi ke Jogja, jangan lupa menyempatkan diri mampir di lesehan yang satu ini. Tak perlu keluar biaya mahal untuk bisa menkmati sepiring oseng-oseng mercon yang menggugah selera. Mungkin bisa memberikan sensasi baru bagi lidah Anda. Atau sedikit mengubah pandangan Anda terhadap masakan Jogja. Lagipula Jogja tak hanya punya gudeg, kan?


PS: Tulisan saya ini bisa juga ditemukan di http://kompascommunity.com dan http://www.liburan-info.com

Tulisan dengan tema yang sama juga terarsip di Warta Kagama edisi Agustus 2006

8 Comments Add yours

  1. Abdee says:

    iki sing ra sido dadi buku kui yo?

  2. akuhayu says:

    dadi buku?
    bukan mas
    ini tulisan-ku dulu pas ikut lomba Kompas kok
    tapi yo amin deh nek dadi buku
    hehehehehe

  3. infogue says:

    > Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://kuliner.infogue.com/pedasnya_sepiring_oseng_oseng_mercon

  4. davidmboys says:

    wahahahaha… aku tau banget tentang oseng2 mercon bu narti! maklum rumahku cuma “sak plinthengan” dari sana. emang oseng2nya merconnya bu narti paling yoi! banyak artis yang mampir ke sana buat nyobain tantangan mandi keringat.
    aku dah nyobain beberapa oseng2 mercon di warung yang lain tapi ga ada yang sedahsyat punyanya bu narti! pokokke MAK NYOSSS!!!
    tapi ati2 dengan lambung anda! bisa2 paginya ngucur sehariann! hehehe

  5. akuhayu says:

    hehehe
    hooh vid
    aku yo kerep murus gara-gara mercon tetanggamu itu
    kakakakakak

  6. davidmboys says:

    besok aku mau bikin oseng2 bom atom!
    sekali digigit meledak dimulut!!!

  7. nurmalisa says:

    makasih ya mbak….

    maaf gak bilang2 klo ngepostin artikelnya mbak….abise keabisan ide……

    makasih ya mbak

  8. akuhayu says:

    hi nurmalisa
    iya gpp
    sante aja ;D
    anw, blog-mu kok ga bs dibuka ya?
    yg sugeng pinarak itu bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s