Being Well Educated Is Not Enough.. (Ternyata)

Dulu,

Kupikir jawaban dari segala permasalahan yang ada di dunia ini adalah Being Well Educated. Menjadi orang yang berpendidikan, menjadi manusia yang terpelajar.

Dengan berpendidikan, asumsiku, kita menjadi kian terbuka terhadap dunia, bisa membedakan mana yang benar dan yang salah, tahu apa yang harus dilakukan, dan bijak dalam setiap hal dan kelakuan.

Tapi ternyata aku salah…

Being well educated bukan jawaban satu-satunya untuk segala carut marut masalah di dunia ini. Seringkali, orang yang terdidik justru mempunyai peluang lebih lebar untuk menyakiti dan melukai orang lain.

Kurang terdidik apa orang yang membuat kebijakan di negara ini. Nyatanya, kebijakan mereka malah menyusahkan, membuat rakyat miskin makin tak punya akses. Yang kaya makin kaya, yang miskin tambah miskin plus terhina.

Kurang terdidik apa orang-orang yang duduk bergelut di institusi pendidikan. Nyatanya, mereka masih sering buta dengan uang. Masih sering berpikir tanpa pemikiran yang panjang.

Ah, ternyata, masalah di dunia ini jauh lebih kompleks dari yang kubayangkan.

Selain, pendidikan, ternyata masih ada hal lain yang dibutuhkan: Moral, Hati, Nurani, Mental!

Absurd, utopis, tapi hanya pada keempat hal itu kita bisa mengharapkan sebuah tatanan kehidupan yang tidak ngawur.

Barangkali, kata-kata mutiara yang kubaca dalam kumpulan tulisan Seno Subro berikut ini benar adanya:

Dengan ilmu, kehidupan menjadi mudah. Dengan seni, kehidupan menjadi halus (indah). Dengan agama, hidup menjadi lebih terarah dan bermakna..

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s