Selamat Datang Kembali Tayangan Mistis di Televisi

Tayangan mistis sempat mewarnai pertelevisian kita di awal tahun 2000-an. Hal ini ditandai dengan maraknya tayangan-tayangan seperti Uji Nyali, Gentayangan, Dunia Lain, dan sebagainya. Hampir semua stasiun televisi memiliki tayangan mistis dalam program acaranya. Bahkan, Silet–tayangan yang hobi “menyilet” kehidupan privat artis itu—awalnya merupakan tayangan mistis. Tayangan-tayangan ini telah terbukti melahirkan jargon-jargon media melalui tokoh-tokoh seperti Hari Panca, Pak Leo (yang sekarang masih berkutat dengan tayangan mistis melalui PH-nya Sinemart) dan Uka-uka.

Sekian tahun kemudian, tayangan mistis menghilang dari layar kaca kita. Sepertinya, audiens kita mulai jenuh dengan penampakan-penampakan yang ada. Hantu-hantu tak lagi laku. Berganti dengan acara musik (yang telah membuat televisi tak ubahnya seperti radio), lalu yang paling sering muncul sekarang adalah program bergenre reality show (meski kadar reality-nya patut dipertanyakan).

Menariknya, setelah sekian tahun tayangan mistis tak lagi mendapat perhatian publik, kini televisi mulai kembali menyisipkan unsur mistik di dalam tayangan-tayangannya. Simak saja tayangan Realigi, Andai Aku Menjadi dan sebuah acara yang menayangkan profesi-profesi “menakutkan” yang saya lupa judulnya. Semuanya memunculkan unsur mistis seperti penampakan atau kesurupan di beberapa adegan. Bahkan, tayangan sulap seperti Cinta Juga Kuya ikut-ikutan menyertakan adegan kesurupan di dalam salah satu episodenya. Rupa-rupanya, resep lama V-H-S (Violence-Horror-Sex) masih menjadi formula ampuh yang diandalkan televisi untuk menjaring penonton.

Mochtar Lubis dulu pernah mengatakan bahwa salah satu karakter khas dari orang Indonesia adalah mempercayai hal-hal mistis. Barangkali inilah yang menjadi pembenaran bagi televisi untuk kembali mempertontonkan kehidupan gaib. Buktinya, setelah sempat jenuh, audiens kita kini mulai kembali disodori dengan tayangan-tayangan mistis. Saya tidak tahu apakah ini tanda bahwa era kejayaan tayangan mistis telah dimulai kembali. Mengingat karakter pertelevisian kita yang cenderung patronisme (mengekor dan ikut-ikutan ketika ada satu jenis acara yang sukses), bukan tidak mungkin hantu-hantu tersebut akan semakin bergentayangan dan menyesaki ruang tontonan kita dengan hiburan yang bersifat mistis.

Saya sendiri sejujurnya bukan penikmat tayangan mistis. Tapi sebagai penonton, saya toh tak punya peran dalam proses produksi dan distribusi tayangan. Jadi kalau sekarang acara mistis kembali menghiasi kotak ajaib milik saya, barangkali saya hanya bisa mengatakan: “Selamat Datang Kembali” dan bersiap menekan tombol “matikan” karena saya tak mau susah-susah menonton sederet penampakan.

4 Comments Add yours

  1. indomielezat says:

    pernah berbikir berlangganan channel luar?😉
    yuk tambah 35 channel biar ga bosan..

  2. akuhayu says:

    indomielezat: bayariiiiiiiiiii🙂

  3. dedewinasis says:

    asem tenan kok emang program tivi horor metu meneh!! asem2…marai malesi….hehehe

    http://dedewinasis.wordpress.com

  4. darisjati says:

    he he, ga punya tipi. Cukup dengerin radio sahaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s