Circle Route

Cinta itu kadang seperti circle route. Seringkali kita harus menempuh jalan panjang dan berliku, hanya untuk kembali ke tempat yang sudah kita tahu sebelumnya.

 

Seseorang yang saya kenal dengan baik, harus menempuh perjalanan hingga Kalimantan. Menjalani pengayaan batin di Bandung dan Surabaya, hanya untuk pulang ke Jogja, lalu menikahi perempuan yang pernah dilihatnya sekilas, bertahun-tahun lalu.

 

Seorang teman baru saja menikahi teman semasa SMA, sementara teman yang lain lagi mengaku jatuh cinta pada laki-laki yang tak begitu dikenalnya di jaman SMP.

 

Sahabat saya sewaktu kuliah, berkelana hingga rimba raya Jakarta, hanya untuk jatuh cinta pada adik kelasnya di kampus. Sewaktu saya bertanya: “Kenapa baru sekarang?” dia menjawab pendek: “Jatuh cintanya sekarang, bukan dulu.”

 

Ah, cinta itu kadang seperti circle route. Kita mungkin tak pernah tahu seberapa banyak shelter atau pemberhentian sementara yang harus kita singgahi. Kita mungkin juga tak pernah tahu seberapa lama waktu yang harus kita habiskan untuk menempuh rute itu. Yang kita tahu cuma satu: selalu ada yang tidak sementara, yang menggenapi, yang menjadi pemberhentian terakhir.

 

Mount Lawley, October 25, 2011

Hayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s