Bagaimana Caranya Merindumu?

“Sengaja tak lagi kulirik jam yang berdetik.

Agar tak terasa lama, saat-saat kita kembali bersua.

Karena sungguh, aku tak tahu lagi bagaimana caranya menunggumu.

Bait-bait kangenku mulai sumbang.

Kalimat-kalimat rinduku mulai berulang-ulang.

Mungkin rasaku telah kehabisan kosakata.

Menantimu telah mementahkan semua frasa.

Atau mungkin sudah saatnya kamu pulang.

Agar semua kerinduan ini cukup tersampaikan dalam satu pelukan.”

Jogja-Lund

7 Oktober 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s